Bahan Ajar Metlid : Tinjauan Pustaka, Kerangka Teori, Kerangka Konsep dan Hipotesis

A. Tinjauan Pustaka

Pengertian Tinjauan Pustaka

Di lingkungan pendidikan tinggi, baik mahasiswa dan dosen tidak asing lagi dengan istilah tinjauan pustaka. Pada tingkat Diploma (1-4) dan Strata 1 (S1) menggunakan istilah tinjauan pustaka pada bab 2. Sedangkan pada tingkat pascasarjana (S2-S3) menggunakan istilah kajian pustaka. Selanjutnya dalam tulisan ini akan menggunakan istilah tinjauan pustaka.

Tinjauan pustaka adalah pengkajian kembali literatur-literatur yang relevan (review of related literature) dengan penelitian yang sedang dikerjakan.

Istilah lain dari tinjauan pustaka yang sering digunakan para peneliti adalah studi literatur. Studi literatur yang dibuat dengan membaca banyak buku, majalah kesehatan, artikel, jurnal penelitian dan sumber lainnya akan mempermudah peneliti dalam merumuskan kerangka konsep penelitian.1 Referensi lain menyebutkan istilah lain dari tinjauan pustaka adalah studi kepustakaan yang mempunyai arti yang sama dengan yang telah dijelaskan di atas.2

Tinjauan pustaka diperlukan untuk memberikan pemantapan dan penegasan tentang ciri khas penelitian yang hendak dikerjakan. Ciri khas penelitian ini akan tampak dengan melampirkan referensi yang digunakan dalam daftar pustaka baik dari buku-buku ajar, artikel dan jurnal penelitian sebelumnya. Suatu naskah penelitian yang berbobot harus terdiri dari 80% artikel/jurnal penelitian, dan sisanya dapat dari buku ajar yang relevan dan sumber lain yang membahas masalah penelitian yang diteliti.

Jika peneliti menggunakan karya orang lain tanpa menampilkan sumbernya, baik nama author (penulis/peneliti), tahun, judul, tempat dan penerbit dan sebagainya yang dilampirkan dalam daftar pustaka, atau nama dan tahun (Metode Harvard) pada naskah penelitian merupakan praktik plagiat. Plagiarisme akan menjadikan seorang peneliti di tuntut secara hukum dan mempunyai sejarah dalam hal akademik yang buruk, yang akan dipikul seumur hidup.

Tinjauan pustaka dalam penelitian kesehatan tidak hanya membahas secara substansial variabel dependen maupun variabel independen yang diteliti dari berbagai buku ajar / texbook. Pada Tinjauan pustaka peneliti secara mendalam menggali teori yang berhubungan dengan variabel yang diteliti, kemudian melakukan investigasi dari penelitian sebelumnya yang relevan sehingga memahami secara mendalam masalah dan faktor penyebab masalah penelitian yang akan diteliti.

Penelitian yang terdahulu yang dapat dipaparkan pada tinjauan pustaka antara lain hasil penelitian baik deskriptif maupun analitik (kuantitatif/kualitatif). Selain itu yang perlu didalami adalah metoda penelitian apakah sudah sesuai, dampak dari masalah peneltian tersebut baik positif maupun negatif, sehingga dapat menjadi pedoman apakan hasil penelitian tersebut dapat di aplikasikan di lingkungan / lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti. Lebih lanjut Riyanto mengemukakan hal-hal yang perlu di muat dalam tinjauan pustaka dalam penelitian kesehatan antara lain:3 Teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti.

  1. Seluruh aspek penyakit yang diteliti tidak perlu ditulis dalam tinjauan pustaka, hal-hal yang ditulis difokuskan pada aspek yang akan diteliti dengan penekanan utama pada hubungan variabel yang dipermasalahkan (dependen) dengan variabel lain yang menjadi faktor penyebab maupun perancu.
  2. Buku sumber pustaka sebaiknya tidak terlalu lama tahunnya sehingga masih up to date (10 tahun) kecuali yang menjadi grand theory sebagai acuan kerangka teori di akhir bab 2, tetapi setidaknya carilah terbitan yang terbaru.
  3. Gunakan hasil penelitian dalam artikel / jurnal yang relevan yang dapat memperkuat teori yang dibangun dengan sumber yang up to date.
  4. Membuat kerangka teori sebagai dasar untuk mengembangkan kerangka konsep penelitian. Dengan membuat kerangka toeri, maka peneliti dapat meletakkan masalah yang sedang diteliti dalam konteks ilmu pengetahuan yang sedang didalami.

Tujuan Tinjauan Pustaka

Tujuan utama membuat tinjauan pustaka adalah menjadi dasar pijakan atau fondasi untuk memperoleh dan membangun landasan teori, kerangka pikir, menentukan hipotesis penelitian, mengorganisasikan, dan kemudian menggunakan variasi pustaka dalam bidangnnya.

Fungsi Tinjauan Pustaka

Fungsi tinjauan pustaka antara lain untuk (1) mengetahui sejarah masalah penelitian, (2) membantu memilih prosedur penyelesaiaan masalah penelitian, (3) memahami latar belakang teori masalah penelitian, (4) mengetahui manfaat penelitian sebelumnya, (5) menghindari terjadinya duplikasi penelitian, dan (6) memberikan pembenaran alasan pemilihan masalah penelitian, yang akan dijelaskan secara rinci di bawah ini.4

  1. Mengetahui Sejarah Masalah Penelitian. 
Berdasarkan sejarah masalah yang berkaitan dengan masalah penelitiannya, peneliti akan mendapatkan informasi tentang hal-hal yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya, aspek-aspek yang telah diteliti, prosedur-prosedur yang telah diterapkan, hasil dan hambatan yang ditemukan di dalam penelitian, dan perbedaan antara masalah yang hendak dipecahkan dengan masalah-masalah yang sudah dipecahkan orang lain.
  2. Memilih Prosedur Penyelesaiaan Masalah Penelitian. Berdasarkan prosedur-prosedur yang telah diterapkan oleh para peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan masalah penelitiannya, peneliti dapat memilih prosedur yang cocok atau membuat prosedur baru berdasarkan kajian tentang kelebihan dan kekurangan dari prosedur-prosedur yang ada.
  3. Memahami Latar Belakang Teori Masalah Penelitian. Berdasarkan latar belakang teori masalah penelitian, peneliti dapat memetakan kedudukan masalah penelitiannya ke dalam perspektif cakupan pengetahuan yang lebih luas, sehingga dapat membantu peneliti dalam menjelaskan pentingnya penelitan itu dilakukan serta dampak dari hasil penelitiannya.
  4. Mengetahui Manfaat Penelitian Sebelumnya. Berdasarkan kajian dari hasil-hasil penelitian sebelumnya yang relevan, peneliti 
dapat memperkirakan manfaat hasil penelitian yang akan dilaksanakannya.
  5. Menghindari Terjadinya Duplikasi Penelitian. Pengkajian pustaka dapat menghindari duplikasi penelitian. Dalam batas-batas tertentu suatu penelitian boleh merupakan duplikasi dari penelitian lain, sepanjang penelitian yang akan dilaksanakan memiliki tujuan berbeda untuk melengkapi hasil penelitian sebelumnya atau mempunyai alasan yang kuat untuk meragukan hasil penelitian sebelumnya (bukan plagiat).
  6. Memberikan Pembenaran Alasan Pemilihan Masalah Penelitian. Kajian pustaka harus berfungsi sebagai kajian secara kritis tetapi singkat tentang kekhususan, manfaat dan kelemahan dari penelitian sebelumnya (bukan sekadar senarai teori atau hasil penelitian yang relevan saja), sehingga peneliti dapat memberikan pembenaran tentang pentingnya masalah tersebut diteliti.

 Peran Tinjauan Pustaka

Melalui tinjauan pustaka, peneliti dapat memiliki pemahaman yang luas dan dalam tentang masalah penelitian yang diteliti. Selanjutnya peran tinjauan pustaka menurut beberapa sumber antara lain:2

  1. Mengetahui batas-batas cakupan permasalahan penelitian.
  2. Dapat menempatkan pertanyaan penelitian dari perspektif yang jelas dan komprehensif
  3. Dapat membatasi pertanyaan penelitian yang diajukan dan menentukan konsep studi yang berkaitan erat dengan permasalahan.
  4. Dapat mengetahui dan menilai hasil-hasil penelitian yang sejenis yang bisa sama maupun kontradiktif antara penelitian satu dengan penelitian lainnya.
  5. Dapat menentukan metode penelitian yang tepat untuk memecahkan masalah penelitian.
  6. Mencegah dan mengurangi replikasi yang kurang bermanfaat dengan penelitian sebelumnya.
  7. Dapat lebih yakin dalam menginterpretasikan hasil penelitian yang hendak dilakukannya.

Macam-Macam Sumber Tinjauan Pustaka

Adapun sumber-sumber yang dapat digunakan dalam menyusun tinjauan pustaka adalah referensi ilmiah yang mempunyai ISBN untuk buku, ISSN untuk jurnal dan sedapat mungkin dari jurnal ilmiah yang berbobot. Sumber-sumber referensi ilmiah yang dapat digunakan dalam penelitian kesehatan antara lain:

  1. Jurnal Penelitian : Jurnal penelitian yang dimaksud adalah jurnal ilmiah yang telah memiliki ISSN, terakreditasi baik jurnal lokal, nasional maupun internasional. Akan lebih bagus lagi jika jurnal yang di ambil sebagai referensi adalah jurnal yang sudah terindeks SCOPUS. Sebagai contoh jurnal ilmiah dapat diakses melalui Proquest, EBSCO, WHO, Cochrane dan lain sebagainya. Di Indonesia Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEK DIKTI) telah memfasilitasi seluruh civitas akademika baik di PTN maupun PTS untuk dapat mengakses jurnal ilmiah yang bagus dengan berlangganan portal jurnal seperti EBSCO, Proquest dll. Password jurnal tersebut data diperoleh dengan menghubungi pustakawan di perguruan tinggi masing-masing. Penelitian yang berkualitas jika menggunakan sumber pustaka dari jurnal ilmiah sebesar 80% dari seluruh referensi yang ada.
  2. Buku Ajar : Buku ajar yang telah dipublikasi oleh penerbit baik dari dalam maupun luar negeri. Buku yang sudah dipublikasi akan memiliki nomor ISBN. Sedapat mungkin gunakan buku yang ditulis oleh author yang kompeten di bidangnya, baik sebagai pendidik maupun praktisi kesehatan. Untuk melihat kualitas buku ajar tersebut, lihat bagian referensi yang digunakan. Jika menggunakan referensi yang up to date dan dapat dipertangungjawabkan, buku ajar tersebut adalah buku yang layak digunakan dan dapat menjadi koleksi peneliti.
  3. Artikel dari Internet : artikel dari internet yang layak dijadikan sumber pustaka adalah artikel yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun institusi pendidikan. Peneliti harus mencantumkan URL / alamat situs tersebut sebagai syarat penulisan referensi ilmiah. Contohnya artikel elektronik dari WHO, Kemenkes, Harvard University, Universitas Indonesia, dan lain sebagainya.
  4. Narasumber : Menggunakan sumber pustaka dari narasumber dapat digunakan jika sumber lainnya tidak ada atau waktu penerbitannya sudah lebih dari 10 tahun. Sebagai bukti harus dicantumkan kapan dan dimana topik tersebut dibicarakan seperti seminar, workshop dan pertemuan ilmiah lainnya. Untuk studi kualitatif, dapat dilampirkan bukti berupa transkrip dari rekaman yang di rekam saat narasumber tersebut berbicara pada acara tersebut dilaksanakan. Narasumber yang dimaksud adalah narasumber yang kompeten dan seorang guru besar.
  5. Majalah Kesehatan : sepanjang majalah kesehatan tersebut memiliki ISBN dan authornya dapat di kontak untuk dimintai keterangan ataupun konfirmasi terkait masalah penelitian yang diteliti, sumber tersebut dapat digunakan.

Jumlah Referensi yang Dibutuhkan

Para peneliti dari berbagai disiplin ilmu memiliki hak seluas-luasnya untuk mengembangkan rasa ingintahunya. Namun demikian ada batasan yang harus dipatuhi yaitu harus berdasarkan sistematika yang jelas dan sesuai dengan domain masing-masing peneliti. Hal ini disebabkan karena penelitian yang dilakukan khusunya penelitian di dunia kesehatan, harus sesuai dengan kode etik penelitian. Hak peneliti yang luas ini harus diimbangi juga dengan tanggung jawab yang besar. Pengembangan ilmu harus mengacu kepada peningkatan kesejahteraan umat manusia.5

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi, segala hasil penelitian yang dilakukan di berbagai negara dapat segera di ketahui hanya berbekal komputer dan internet. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi para peneliti untuk membatasi sumber ilmiah yang relevan yang harus digunakan.

Seringkali para mahasiswa atau peneliti pemula bertanya tentang batasan jumlah referensi ilmiah yang digunakan. Dalam hal kuantitas referensi yang digunakan, tidak ada batasan. Tetapi dalam hal kualitas, ada batasan yang jelas yakni 80% dari seluruh referensi harus berasal dari jurnal ilmiah.

Ada beberapa institusi pendidikan yang membuat batasan minimal referensi ilmiah yang digunakan misalnya setiap variabel harus di ambil dari sekian referensi seperti di bawah ini:

  1. Strata I ke bawah harus terdiri dari 5 jurnal penelitian / buku ajar dari luar negeri dan sisanya boleh ditambahkan buku ajar atau jurnal penelitian dari dalam negeri
  2. Strata II harus terdiri dari 8 jurnal penelitian / buku ajar dari luar negeri dan sisanya boleh ditambahkan buku ajar atau jurnal penelitian dari dalam negeri.
  3. Strata III harus terdiri dari 10 jurnal penelitian / buku ajar dari luar negeri dan sisanya boleh ditambahkan buku ajar atau jurnal penelitian dari dalam negeri

Cara Membuat Tinjauan Pustaka

Pembuatan kajian pustaka sebaiknya mengikuti langkah awal, sebagai berikut : 4

  1. Mulai mencari sumber yang relevan baik dari buku ajar, jurnal cetak maupun jurnal elektronik dan lain sebagainya.
  2. Buatlah matriks untuk mengisi ringkasan referensi yang diperoleh baik jurnal, artikel, buku ajar dan lain sebagainya agar saat menulis dengan segera dapat ditemukan sumber mana yang dimaksud.
  3. Ciptakan lingkungan yang tenang untuk dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus pada saat mulai menulis
  4. Baca dahulu panduan penulisan, sehingga pada saat melakukan editing pada tulisan kita, tidak terlalu banyak yang dirubah terkait penulisan.
  5. Selain melakukan ringkasan dengan tools matriks yang digunakan, proses analisis juga kita lakukan terhadap jurnal yang dibaca, apakah relevan dan layak digunakan atau tidak.
  6. Kunsi sukses dalam menulis adalah niat dan aksi harus sejalan. Jika tidak pernah memulai, maka tidak akan pernah selesai.
  7. Lakukan refresh otak dan pikiran jika mulai jenih, munculkan motivasi pada diri sendiri baik itu dari keluarga (ayah/ibu) jika berhasil dapat membuat mereka bangga, dapat menjadi role model bagi keluarga dan lain sebagainya sehingga tetap semangat dalam menulis dan menyelesaikan proyek tugas akhir
  8. Selalu berdoa memohon tuntutan dan hikmat dari yang Maha Kuasa agar dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat waktu.

B. Kerangka Teoritis

Kerangka Teori adalah hubungan antar konsep berdasarkan studi empiris.6 Kerangka teori harus berdasarkan teori asal / grand theory. Sebagai contoh masalah perilaku ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya dapat menggunakan kerangka teori dari Green yang sering digunakan mahasiswa, atau dapat juga menggunakan kerangka teori reason action, Health Believe Model, atau teori lain yang sesuai dengan masalah penelitian yang dapat di temukan dalam buku ajar Health Behavior Theory for Public Health dan buku ajar lainnya.

Jika masalah yang diteliti berhubungan dengan penyakit tetapi yang di dalami adalah pengetahuan tentang penyakit tersebut, maka dapat menggunakan teori pengetahuan seperti tacit knowledge dan explicit knowledge. Contoh PERCEDE teori Green dapat dilibat pada gambar berikut ini.7

PERCEDE GREEN

Gambar 1. PERCEDE Teori Green.7

C. Kerangka Konsep

Kerangka Konsep adalah hubungan antara konsep yang dibangun berdasarkan hasil-hasil studi empiris terdahulu sebagai pedoman dalam melakukan penelitian.6

Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal yang khusus. Oleh karena konsep merupakan abstraksi, maka konsep tidak dapat langsung diamati atau diukur. Konsep hanya dapat diamati dan diukur melalui konstruk yang dikenal dengan istilah variabel.1

Variabel adalah sesuatu yang bervariasi. Variabel penelitian adalah sesuatu yang bervariasi yang dapat diukur. Contoh variabel dalam penelitian kesehatan adalah Hb darah, tekanan darah, berat badan, kunjungan ANC, jenis tenaga kesehatan, dan lain sebagainya. 1

Kerangka Konsep dapat berpijak pada kerangka teori yang dibentuk pada bab II. Kerangka teori biasanya lebih kompleks dari kerangka konsep, karena tidak semua variabel dalam kerangka teori diangkat menjadi variabel penelitian. Oleh karena itu pada BAB II sebelum gambar kerangka konsep penelitian dipaparkan, peneliti wajib menjustifikasi mengapa variabel lain tidak diteliti. Alasan yang disampaikan harus ilmiah, buka sekedar keterbatasan waktu, dana, tenaga dan kemampuan penelitia saat itu. Contoh gambar kerangka konsep dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Kerangka Konsep

Gambar 2. Contoh Kerangka Konsep 1

Contoh Kerangka Konsep lain yang meneliti variabel perancu/confounding variables dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Kerangka Konsep dengan variabel perancu

Gambar 3. Kerangka Konsep dengan Variabel Perancu8

D. Hipotesis

Pengertian Hipotesis

Hipotesis dalam suatu penelitian berarti jawaban sementara, patokan duga, atau dalil sementara yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut.1

Jika ditinjau dari asal kata, Hipotesis terdisi dari kata:

Hipo          : di bawah

Thesis       : dalil

Jadi Hipotesis adalah suatu dalil atau kaidah yang kebenarannya belum diketahui.

Hipotesis adalah penjelasan sementara yang diajukan tentang hubungan antara dua atau lebih fenomena terukur/variabel untuk pembuktian secara empirik.6

Setelah melalui pembuktian dengan penelitian yang dilakukan, maka hipotesis yang dibuat tentu saja dapat terbukti benar atau salah, dapat diterima atau ditolak. Jika diterima atau terbukti benar, maka hipotesis tersebut menjadi tesis.1, 9

Kegunaan Hipotesis

Hipotesis berguna untuk :6

  1. Menuntun arah penelitian : hubungan dua fenomena atau lebih dari dua
  2. Identifikasi variabel yang digunakan: Misalnya untuk meneliti status gizi dengan mengukur berat badan yang dibandingkan dengan usia menggunakan KMS.
  3. Menentukan disain penelitian: analitik vs deskriptif; Potong lintang vs eksperimental
  4. Petunjuk jenis analisis statistik yang digunakan : satu arah atau dua arah

Jenis Hipotesis

Hipotesis Penelitian dan Hipotesis Statistik

Seringkali terdapat dalam naskah penelitian hipotesis penelitian ditulis hipotesis kerja. Yang harus muncul dalam naskah penelitian adalah hipotesis penelitian atau hipotesis kerja.9 Dalam penelitian dikenal dua macam hipotesis yaitu:1, 9

  • Hipotesis Kerja / hipotesis penelitian

Hipotesis kerja / hipotesis penelitian adalah suatu rumusan hipotesis dengan tujuan untuk membuat ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu gejala muncul. Ciri hipotesis kerja adalah terdapat kata: ada, terdapat, jika, , maka, lebih dan sebagainya.

Contoh hipotesis penelitian / hipotesis kerja:

  1. Terdapat hubungan merokok dengan kejadian BBLR.
  2. Angka kematian bayi lebih tinggi pada persalinan yang ditolong oleh dukun bayi.
  • Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik adalah Hipotesis yang digunakan dalam analisis statistik, pertama kali diperkenalkan oleh Fisher. Hipotesis statistik biasanya menggunakan rumus, contoh : H0 : x = y.1

Hipotesis statistik bersifat universal, sedangkan hipotesis penelitian berifat individual, sesuai dengan penelitian yang dikerjakan peneliti, tergantung pada dugaan si peneliti itu sendiri. Dibawah ini adalah tabel perbedaan hipotesis penelitian dan hipotesis statistik.9

Tabel 1. Perbedaan Hipotesis Penelitian dan Hipotesis Statistik

  Hipotesis Penelitian Hipotesis Statistik (H0)

 

Peneliti 1 Terdapat hubungan antara minum alkohol dengan kanker payudara

 

Tidak terdapat hubungan antara minum alkohol dengan kanker payudara
Peneliti 2 Tidak ada hubungan antara minum alkohol dengan kanker payudara Tidak ada hubungan antara minum alkohol dengan kanker payudara

 

Selanjutnya hipotesis yang akan dibahas adalah hipotesis penelitian bukan hipotesis statistik.

Contoh lain hipotesis statistik pada uji perbandingan satu proporsi:10

H0 : tidak ada perbedaan proporsi perokok antara mahasiswa dan populasi

Ha : ada perbedaan proporsi perokok antara mahasiswa dan populasi

Batas kritis alfa = 0,05

Uji yang dilakukan adalah uji Z dan untuk SE karena sampel (mahasiswa) dan populasi yang dipakai adalah populasi (masyarakat umum).

Rumus :

Rumus Uji Z

Sampel : x = 35, n = 75 p (Perokok) = 35/75 = 0,47

Proporsi Perokok di populasi p = 0,25

Hasil Uji Z

Dari nilai pv : Keputusan uji adalah H0 ditolak

Kesimpulan : Ada perbedaan proporsi perokok antara sampel (mahasiswa) dengan populasi (masyarakat umum).

 

Jenis Hipotesis Menurut Arah Hipotesis

Jenis hipotesis menurut arah hipotesis terdiri dari ada dua macam yaitu:

  1. Hipotesis satu arah : Hipotesis yang sudah memberi arah. Ciri hipotesis satu arah terdapat kata : “ lebih tinggi, lebih rendah.”

Contoh : “Proporsi kejadian spina bifida pada ibu hamil yang mengkonsumsi asam folat 3 bulan pra konsepsi lebih rendah dibandingkan dengan ibu hamil yang mengkonsumsi asam folat hanya pada saat trimester pertama.”

  1. Hipotesis dua arah : Hipotesis yang belum mempunyai arah, ciri hipotesis ini adalah terdapat kata : “ ada hubungan, ada korelasi, ada perbedaan” Jadi belum mengarahkan dampak faktor tertentu terhadap kejadian tertentu.

Contoh: “Terdapat hubungan senam hamil dengan lama persalinan kala II.”

 

Hipotesis Positif dan Hipotesis Negatif

Ada juga jenis hipotesis positif dan hipotesis negatif. Hipotesis yang lazim ditemukan dalam penelitian adalah hipotesis positif, namun jarang ditemukan hipotesis negatif. Contoh :

Hipotesis Negatif:

  • Tidak terdapat hubungan antara minum alkohol dengan kanker payudara
  • Tidak terdapat hubungan antara makanan cepat saji dengan penurunan densitas massa tulang
  • Tidak ada hubungan antara obat SF dengan kejadian perdarahan kala tiga

Hipotesis Positif:

  • Terdapat hubungan antara pemakaian kontrasepsi hormonal dengan kejadian kualitas hidup akseptor
  • Terdapat hubungan antara masase perineum dengan robekan perineum tingkat III
  • Semakin teratur ibu hamil melakukan senam hamil, semakin cepat persalinan kala II.

 

  1. Cara Membuat Hipotesis yang Benar

Suatu hipotesis haus memenuhi syarat sebagai berikut:6, 9

  1. Merupakan kalimat deklaratif
  2. Merupakan jawaban sementara
  3. Dapat dibuktikan secara empiris
  4. Berkaitan dengan teori-teori yang ada
  5. Konsisten dengan pertanyaan penelitian
  6. Hipotesis hanya dibuat untuk penelitian analitik : Korelasi / hubungan antara dua atau lebih variabel
  7. Hipotesis hanya dibuat untuk pertanyaan utama
  8. Menyebutkan variabel secara spesifik
  9. Hipotesis boleh mengandung beberapa variabel bebas/independen, tetapi hanya mengandung satu variabel terikat/dependen
  10. Hipotesis dapat dibuat dalam bentuk Hipotesis positif dan hipotesis negatif
  11. Hipotesis dapat terdir dari dua arah dan satu arah

 

Daftar Pustaka :

  1. Notoatmodjo S. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta; 2010.
  2. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara; 2012.
  3. Riyanto A. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan; Dilengkapi COntoh kuesioner dan Laporan Penelitian. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011.
  4. Hamdiyati Y. Cara Membuat Kajian Pustaka. . Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru-Guru MGMP Kota Bandung [Internet]. 2008. Available from: http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196611031991012-YANTI_HAMDIYATI/Kajian_Pustaka_Pelatihan_KTI-PTK.pdf.
  5. Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto; 2011.
  6. Kusumayati A. Materi Ajar Metodologi Penelitian. Kerangka Teori, Kerangka Konsep dan Hipotesis. Depok: Universitas Indonesia; 2009.
  7. Green LW, Ottoson JM. A Framework for Planning and Evaluation: PRECEDE-PROCED Evolution anf Application of te Model. Journees de Sante Publique [Internet]. 2006. Available from: http://jasp.inspq.qc.ca/Data/Sites/1/SharedFiles/presentations/2006/JASP2006-Ottawa-Green-Ottoson14-1.PDF.
  8. Djami MEU. Hubungan Kontrasepsi Hormonal dengan Kualitas Hidup wanita Pernah Kawin di Wilayah Kerja Puskesmas Tigaraksa. In: Indonesia U, editor. Manuskrip. Depok2011.
  9. Dahlan S. Langkah-Langkah Membuat Proposal Penelitian Bidang Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Sagung Seto; 2009.
  10. Hastono SP, Sabri L. Statistik Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers; 2006.

About Moudy E.U Djami

Lahir dan besar di So'E, Kab Timor Tengah Selatan, Prop Nusa Tenggara Timur, telah menyelesaikan studi D4 Bidan Pendidik di Poltekes Depkes Jakarta III, S2 Kesehatan Reproduksi dari Universitas Indonesia dan S2 Ilmu Kebidanan dari Universitas Padjadjaran Bandung. Sekarang ini sementara melanjutkan studi di S3 Manajemen Pendidikan di Universitas Pakuan Bogor. Riwayat Pekerjaan pernah bekerja sebagai bidan di RSMM Timika, RS Puri Cinere Depok, Klinik Medika Timika, dan RSTM Timika. Menikah dengan Ong Tjandra dan dikaruniai seorang putri tercinta Alexa Candika. Rutinitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan juga tenaga pendidik di Akademi Kebidanan Bina Husada Tangerang dan bidan pengelola di Klinik Sehati.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Bahan Ajar Metlid : Tinjauan Pustaka, Kerangka Teori, Kerangka Konsep dan Hipotesis

  1. INDRYANI.,S.ST says:

    THANKS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s