HIDRAMNION

Definisi

Air ketuban diproduksi untuk dapat menyediakan lingkungan yang cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Hidramnion didefinisikan sebagai cairan ketuban yang berlebihan, jika diukur dengan USG didapati Indeks Cairan Amnion (ICA) melebihi 95 persentil pada usia kehamilan atau lebih dari 8 cm/ lebih.1

Cairan ketuban yang paling banyak ditemukan pada usia kehamilan 38 minggu adalah 1030 ml, sedangkan pada akhir kehamilan tinggal 790 ml. Air ketuban akan terus berkurang hingga usia kehamilan 43 minggu. Pada usia kehamilan ini air ketuban yang tertinggal hanya sekitar 240 ml. Jika lebih dari 2000 ml disebut polihidramnion atau dapat disingkat hidramnion.2 Menurut Mughal dkk (2010), cairan ketuban yang berlebihan jika diukur dari 4 kuadran yang disebut Indeks Cairan amnion (ICA) / Amniotic Fluid Index (AFI) lebih dari 25 disebut polihidramnion.3

Kategori Hidramnion

Hidramnion dikategorikan dibagi menjadi dua yaitu Hidramnion yang kronis dan akut. Berikut ini adalah penjelasannya.2, 4

  1. Hidramnion kronis : penambahan air ketuban perlahan-lahan atau secara berangsur-angsur. Kasus seperti ini jarang ditemukan.
  2. Hidramnion akut : penambahan air ketuban terjadi dalam beberapa hari. Biasanya terjadi pada kehamilan muda pada usia kehamilan 16-20 minggu. Sumber lain mengatakan dapat terjadi pada usia 18-20 minggu, dengan lingkar perut ibu yang meningkat pesat.

Etiologi

Penyebab terjadinya hidramnion dapat dipicu oleh:2, 3, 5-8

  1. Kelainan janin (atresia esophagus, spina bifida dan anensefali). Pada anensefali dan spina bifida diduga memicu hidramnion karena transudasi cairan dari selaput otak dan selaput sum-sum tulang belakang.
  2. Hidrops janin (eritroblastosis fetalis)
  3. Bayi besar / makrosomia
  4. Infeksi intra uterine
  5. Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar dan Twin to twin transfusion syndrome (TTTS). Pada kehamilan kembar, dapat terjadi hidramnion diduga salah satu janin pada kehamilan satu telur jantungnya lebih kuat, dan karena itu juga menghasilkan banyak urine, selain itu penyebab hidramnion pada kehamilan kembar dapat disebabkan karena luas amnion lebih besar pada kehamilan ganda dibandingkan pada kehamilan normal. Pada kasus hidramnion sering ditemukan plasenta yang lebih besar dari kehamilan normal.

  1. Penyakit ibu (Diabetes Melitus /DM)
  2. Peeklampsia, Eklampsia
  3. Pengobatan maternal dengan lithium
  4. Hemodialisis
  5. Tumor placenta atau janin
  6. Idiopatik 60%

Pada dasarnya secara teori etiologi hidramnion belum dapat dikethui secara pasti, tetapi dapat dijelaskan sebagai berikut:2

  1. Produksi air ketuban bertambah diduga terjadi karena epitel amnion yang menghasilkan air ketuban, tetapi air ketuban dapat bertambah juga karena cairan lain masuk ke dalam rongga amnion, misalnya urine janin atau cairan otak pada kelainan bawaan seperti anensefali.
  2. Pengaliran air ketuban terganggu. Normalnya air ketuban yang telah dibuat dan dialirkan akan diganti dengan yang baru, aliran dapat terjadi melalui diminum dan ditelah oleh janin, diabsorbsi oleh usus janin dan dialirkan ke plasenta yang akhirnya masuk ke aliran darah ibu. Jalan ini kurang terbuka kalau janin tidak bisa menelan seperti pada kasus atresia esophagus, anensefali atau tumor pada plasenta.

Insiden Hidramnion

Insiden hidramnion yang dilaporkan oleh Mueller adalah 1 dalam 12.448 persalinan. Sementara itu Barry melaporkan bahwa insiden hidramnion adalah 1 : 5000 persalinan. Brown melaporkan bahwa ditemukan 2 kasus dalam 7230 persalinan, selain itu Macafee melaporkan ditemukan 2 kasus dalam 12.021 persalinan. Jika melihat angka tersebut diatas, maka dapat disimpulkan keadaan ini sangat jarang, namun tetap menjadi komplikasi kehamilan yang harus di deteksi dan didiagnosa secara tepat agar dapat mencegah komplikasi lain yang lebih berat baik bagi ibu maupun janin. 7 Pada kehamilan kembar dua, Orhan dkk melaporkan bahwa kasus hidramnion pada kehamilan kembar dua /twin pregnancy sebesar 7-14%.5

Gejala-Gejala

Gejala yang ditimbulkan karena peregangan/over distension pada abdomen antara lain:2

  1. Sesak napas
  2. Edema labia, vulva dan dinding perut
  3. Regangan dinding rahim dapat menimbulkan rasa nyeri terutama pada hidramnion akut
  4. Palpasi janin sulit dilakukan
  5. Denyut Jantung Janin (DJJ) sulit didengar

Diagnosis

Perlu di ketahui oleh petugas kesehatan dalam hal ini bidan bahwa hidramnion bisa saja sama dengan ascites, kista ovarium dan mola hidatidosa pada saat pemeriksaan. Oleh karena itu pemeriksaan diagnostic lain perlu dilakukan. Pemeriksaanyang dapat dianjurkan adalah melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), dengan USG kelainan bawaan seperti anensefali, spina bifida dan beberapa kelainan lain yang memicu terjadinya hidramnion dapat diketahui, selain itu Pemeriksaan USG sudah banyak tersedia dan tidak invasif.2

Prognosis

  1. Bagi Bayi : kurang baik, karena penyebab hidramnion yang disebabkan oleh kelainan janin itu sendiri seperti:9
    • Cacat bawaan: anensefali, spinan bifida, atresia esophagus dan sebagainya.
    • Persalinan kurang bulan
    • Prolapsus tali pusat
    • Eritroblastosis, preeclampsia, dan diabetes mellitus
  1. Bagi Ibu baik jika ditangani dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan akan terjadi pada ibu untuk diantisipasi antara lain:
    1. Perdarahan pascasalin
    2. Solusio plasenta
    3. Inersia uteri

Bukti Ilmiah terkait Hidramnion

Hasil studi kasus di Libanon melaporkan bahwa kehamilan uniovular pada twin pregnancy (hamil kembar 2 dari 1 telur) berhubungan dengan kejadian hidramnion, dan pada kehamilan tersebut lebih sering janin laki-laki. Insiden kelainan bawaan dan kematian janin dalam rahim juga meningkat.7

Hasil penelitian menginformasikan bahwa 48% bayi mengalami malformasi kelainan bawaan mayor dari Ibu hamil yang mengalami hidramnion. Penelitian Eid dkk (2014) di Libanon menyatakan bahwa deteksi kelainan bawaan yang berat pada ibu dengan hidramnion dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG Power Doppler dengan pemeriksaan Middle Cerebral Artery Pulsatility Index (MCA PI). Adanya penurunan aliran darah ke otak pada kasus polihidramnion dapat disebabkan oleh penekanan oleh jumlahketuban yang banyak sehingga menyebabkan hipoksia pada janin. 8

Hasil penelitian Fawad dkk (2008) melaporkan bahwa dari 3500 ibu bersalin, terdapat 70 ibu (2%) yang mengalami hidramnion. Dari 25 yang mengalami hidramnion lebih banyak terjadi pada usia 20-35 tahun dan ditemukan pada usia gestasi 30-36 minggu, mayoritas dari tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah demikian juga dari tingkat pendidikan yang rendah. Hidramnion dapat menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortilitas meningkat. Dari 76 yang melahirkan dengan kasus hidramnion, 73,68% hidup, 26,32% KJDR, dan 5,26% meninggal pada usia neonatal.1 Kelainan bawaan yang berhubungan dengan hidramnion dapat di lihat pada tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Kelainan Bawaan yang Berhubungan dengan Hidramnion

Tingkat Hidramnion Total Kasus Jenis Kelainan
Hidramnion ringan

(AFI 25-30)

40 Normal : 35

Hidrosepali : 2

Atresia duodenalis : 2

Atresia Esofagus : 1

Hidramnion sedang

AFI (31-35)

18 Twin Gestation: 6

Hidrops Fetalis : 6

–        Defek Septum ventrikuler : 3

–        Inkompatibilitas Resus : 3

Kelainan Kongenital : 3

–        Exomphalos : 2

–        Atresia Esofagus : 1

Hidramnion Berat 12 Anensepali dan Spina Bifida : 10

Ensepalosel dan Spina Bifida : 2

Sumber: Fawad dkk (2008)1

Intervensi Kebidanan

Jika dilihat pada faktor penyebab terjadinya hidramnion, maka ada faktor yang dapat dicegah dan ada yang tidak dapat dicegah. Namun demikian, faktor-faktor tersebut juga dipengaruhi dengan faktor yang lain, sehingga jika diintervensipun belum tentu langsung dapat mencegah kejadian hidramnion itu sendiri. Asuhan yang diberikan bidan hanya berupa upaya preventif dan promotif, yang jika dilakukan akan memberikan faedah pada kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya secara umum. Untuk lebih jelasnya dapat diihat pada tabel 2 berikut ini.

Tabel 2. Upaya Pencegahan Terjadinya Hidranion

NO FAKTOR PENYEBAB TINDAKAN PREVENTIF TINDAKAN PROMOTIF TINDAKAN LAINNYA
1 Kelainan bawaan (anensefali, spina bifida, atresia esophagus) Makanan sehat dan pola hidup sehat sebelum konsepsi Kelainan bawaan tidak dapat dideteksi oleh bidan saat memberikan asuhan kehamilan atau antenatal care (ANC). Bidan harus merujuk pasien ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya seperti USG jika menemukan:

a.      lingkar perut lebih besar dari ukuran normal

b.     ibu merasa sesak dengan pertambahan lingkar perut secara cepat tersebut

2 Hydrops Fetalis Makanan sehat dan pola hidup sehat sebelum konsepsi Sama dengan kelainan bawaan, bidan tidak dapat mengetahui apakah janin tersebut mengalami hidrops fetalis atau tidak, sehingga jika bidan menemukan tanda tidak merasa gerakan anak perlu dirujuk
3 Bayi Besar Monitor BB ibu perbulan (selama hamil 9-12 kg) Lebih banyak konsumsi protein dengan jumlah karbohidrat dan gula yang tidak berlebihan Pertambahan berat badan ibu yang lebih banyak dari ukuran normal (selama kehamilan 9-12 kg) harus dipikirkan berbagai hal seperti adanya PE. Lihat hasil pemeriksaan darah, jika TD tinggi, lanjutkan dengan protein uri, jika terdapat protein dalam urin, rujuk ke Ahli kebidanan dan kandungan. Namun jika tidak ditemukan tanda-tanda PE, bisa dicurigail hal lain seperti bayi besar yang dapat dikonformasi dengan pemeriksaan USG di Ahli Kebidanan, jika ternyata diketahui janin cenderung besar dari usia kehamilan, input nutrisi ibu perlu dibatasi pada unsur karbohidrat dan gula.
4 Infeksi Intra Uterin Personal Hygiene perlu diperhatikan Asupan nutrisi yang seimbang Hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

a.      Jika terdapat keluhan keputihan yang tidak normal (berwarna kuning kehijauan, bau, gatal) segera dirujuk ke ahli kebidanan dan kandungan

b.     Jika terdapat riwayat Diabetes Melitus dalam keluarga, anjurkan periksa gula darah dan dirujuk ke tenaga ahli untuk penanganan selanjutnya, karena penyakit DM dapat memicu terjadinya keputihan yang berlebihan

Sumber L Boyle (2004)6, Denton (2004)4

Jika pasien datang dan dicurigai adanya hidramnion seperti sesak napas, adanya edema di labia, palpasi yang sulit dilakukan atau gejala lainnya seperti yang telah dipaparkan diatas, maka tindakan yang harus dilakukan bidan adalah:4, 6

  1. Berikan asuhan atau tindakan sesuai dengan kebutuhan seperti jika terlihat sesak, respirasi lebih dari normal dan terlihat akut, berikan oksigen pada ibu
  2. Jika melakukan palpasi yang sulit dilakuan dan tidak terdengan denyut jantung janin, segera informasikan kepada keluarga untuk dirujuk
  3. Jika tidak terlihat akut, keadaan umum ibu masih baik, lakukan rujukan untuk diagnosis seperti rujukan ke tenaga ahli untuk melakukan pemeriksaan USG.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Fawad A, Shamshad, Danish N. Frequences, causes and outcome of polyhidramnions. Gomal Journal of Medical Sciences. 2008;6(2):106-9. Epub July 2008.
  1. Martaadisoebrata D, Wirakusumah FF. Kelainan Telur, Plasenta, Air Ketuban, Cacat, dan Gangguan Janin. In: Sastrawinata S, Martaadisoebrata D, Wirakusumah FF, editors. Obstetri Patologi, Ilmu Kesehatan Reproduksi. 2 ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2003.
  1. Mughal AI, Ashraf M, Andrabi SAH, Latif A, Chiragh M. Fetal anomalies in ultrasonographically detected polyhydramnions. Journal of Rawalpindi Medical College. 2010;14(1):28-30.
  1. Denton J, Davies M. Multiple Pregnancy. In: Henderson C, Macdonald S, editors. Mayes’ Midwifery, A Textbook for Midwives. Thirteenth ed. London: Bailliere Tindal; 2004.
  1. Orhan A, Kurzel RB, Istwan NB, Rhea D, Burgess E, Stanziano G. The Impact of hydramnions on pregnancy outcome in twin pregnancy Journal of Perinatalogy. 2005;25:8-10.
  1. Boyle M. Antenatal Investigations. In: Henderson C, Macdonald S, editors. Mayes’ Midwifery, A book for Midwives. Thirteenth ed. London: Bailliere Tindal; 2004.
  1. Abdul-Karim R, Iskandar G. Acute Hydramnions, Report of Five Cases. Obstettrics anf Gynecology. 1962;20(4):486-9.
  1. Eid SM, Al-Shiemy RI, Khattab KA-EO. Fetal middle cerebral artery and renal artery doppler indices in prediction of fetal outcome in cases with idiopathic hydramnions. Journal of American Science. 2014;10(8):51-8.
  1. Mazor M, Ghezzi F, Mymon E, Shoham-Vardi I, Vardi H, Hershkowitz R, et al. Polyhidramnion is an independent risk factor for perinatal mortality and intrapartum morbidity in preterm delivery. European Journal of Obstetrics & Gynecology. 1996;70:41-7.

About Moudy E.U Djami

Lahir dan besar di So'E, Kab Timor Tengah Selatan, Prop Nusa Tenggara Timur, telah menyelesaikan studi D4 Bidan Pendidik di Poltekes Depkes Jakarta III, S2 Kesehatan Reproduksi dari Universitas Indonesia dan S2 Ilmu Kebidanan dari Universitas Padjadjaran Bandung. Sekarang ini sementara melanjutkan studi di S3 Manajemen Pendidikan di Universitas Pakuan Bogor. Riwayat Pekerjaan pernah bekerja sebagai bidan di RSMM Timika, RS Puri Cinere Depok, Klinik Medika Timika, dan RSTM Timika. Menikah dengan Ong Tjandra dan dikaruniai seorang putri tercinta Alexa Candika. Rutinitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan juga tenaga pendidik di Akademi Kebidanan Bina Husada Tangerang dan bidan pengelola di Klinik Sehati.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s